Tampilkan postingan dengan label Informasi Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Umum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2015

TANTANGAN SEKTOR PERTANIAN MENGHADAPI MEA


Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia menilai tantangan sektor pertanian cukup berat menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean yang akan mulai diberlakukan pada akhir Desember 2015.
Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Bayu Krisnamurti mengatakan, penetapan Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan membawa banyak konsekuensi pada pembangunan ekonomi nasional, termasuk pembangunan pertanian.
 
Secara umum daya saing produk pertanian Indonesia masih cukup beragam. Untuk produk perkebunan secara relatif kondisinya lebih baik.
Demikian juga untuk beberapa produk pangan, untuk padi misalnya rerata produktivitas Indonesia hanya sedikit di bawah Vietnam dan jauh lebih tinggi dari negara Asean lainnya.

 “Persoalannya, begitu banyak produk petani keluar dari lahannya, petani menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya kualitas infrastruktur yang buruk, regulasi yang tidak sepenuhnya mendukung upaya mereka mendapatkan harga jual yang baik dan  peluang untuk meningkatkan nilai tambah produk,” bebernya.

 Semua itu, lanjutnya, membuat daya saing produk petani Indonesia menjadi rendah dan kalah dibandingkan negara-negara Asean lainnya.

Dalam menghadapi MEA, pemerintah pusat harus memberikan dukungan yang lebih besar untuk sektor pertanian. Regulasi dan kebijakan harus benar-benar berpihak pada lingkup pertanian.

 
Rekomendasi untuk memajukan sektor pertanian sangat dibutuhkan, utamanya dalam menghadapi MEA. 

Kamis, 16 April 2015

"AKIK" Jawa Timur Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mendorong upaya pemasaran produksi dengan semangat "AKIK" menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang berlangsung Desember 2015.

"Semangat AKIK itu maksudnya Aktif, Kreatif, Inovatif dan Koordinatif," ujar Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur Mas Purnomo Hadi, kepada wartawan di Surabaya, Kamis (2/4).

Ia menjelaskan, Aktif maksudnya bagaimana koperasi menjemput bola sehingga mampu memasarkan produk para anggotanya. Kemudian, Kreatif artinya bagaimana koperasi bisa mendorong anggota untuk lebih giat membaca peluang pasar.

"Selanjutnya, Inovatif yang harus dilakukan sehingga produk mereka mampu bersaing dengan gempuran produk UMKM dari negara ASEAN," tukasnya.

Sedangkan, lanjut dia, Koordinatif maksudnya harus aktif berkoordinasi dengan pemerintah sehingga bisa selalu terpantau dan mendapatkan membekalan. Selain itu, menghadapi MEA yang dimulai akhir tahun ini, pihaknya juga melakukan standarisasi produk dengan menggandeng lima pakar dari perguruan tinggi dan pelaku usaha.

Menurut dia, dengan standarisasi ini produk dari anggota Koperasi bisa terstandar dengan baik sehingga dengan mudah bisa bersaing dengan produk dari negara lain. "Dinas Koperasi sekarang juga telah mendirikan koperasi khusus pedagang retail, yakni bergerak untuk memesan mesin-mesin
packaging modern. Nantinya, satu mesin untuk melayani banyak UMKM sehingga tidak terbebani dan produknya bisa lebih murah dengan kemasan bagus," tuturnya seperti dikutip Antara.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur Mudjib Affan mengaku optimistis mayoritas koperasi yang ada mampu menopang dalam era MEA nantinya. "Dari 30.866 koperasi, saat ini hanya 3.000 atau hanya 24,6 persen saja yang mati suri. Jadi, 27 ribu lebih atau sekitar 75 persen koperasi di Jatim sudah siap menopang MEA," ucapnya.

Pemprov Jatim, kata dia, terus berusaha memajukan dan menambah jumlah koperasi, yang sejak 2009-2011 telah membantu pendirian 8.506 koperasi wanita di seluruh desa dan kelurahan. "Tiap desa saat itu diberikan bantuan Rp25 juta. Bahkan, sekarang ada di antara koperasi ini yang sudah memiliki aset lebih dari Rp1 miliar," katanya.

Rabu, 15 April 2015

PUNCAK KIM VIII DIGELAR BARENG HUT NGANJUK KE 1.078

Puncak kegiatan Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Ke- VIII tahun 2015 akan dilakukan di Kabupaten Nganjuk pada bulan April mendatang. Kegiatan yang rencananya dipusatkan di GOR Bung Karno Ngajuk itu juga bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nganjuk ke 1.078.
Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Masduqi, Selasa (23/12) dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kominfo Jatim dan Dinas Perhubungan dan Informasi Ngajuk di kantor Pemkab Nganjuk mengatakan, Pemkab Nganjuk sangat senang terpilih sebagai tuan rumah, karena nganjuk berkomitmen ingin memanfaatkan acara tersebut untuk melestarikan beberapa seni dan budaya serta kreativitas anak muda didaerahnya.
Dikatakannya, sebagai tuan rumah, Kabupaten Nganjuk nantinya akan menampilkan beberapa KIM yang menjadi andalannya dengan sejumlah produk yang telah dihasilkannya. Agar event dua tahunan itu cukup meriah dan masyarakat berbondong-bondong datang, pihaknya akan menjadikan kegiatan itu masuk dalam rangkaian perayaan HUT Ngajuk.
Menurutnya, KIM yang notabene agen informasi, diharapkan aktif mendistribusikan informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan.
Diharapkan KIM mampu berperan menjadi mediator untuk menjembatani  informasi dan  komunikasi yang kerap terjadi antara pemerintah dengan masyarakat ataupun antara masyarakat dan pemerintah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim, Harjogi menambahkan, konsep KIM di Ngajuk akan mengikuti perkembangan teknologi informasi. KIM tidak hanya senantiasa mengangkan budaya lokal yang sudah ada, namun juga mengkombinasikannya dengan perkembangan TI yang terbaru. “Sinergitas tersebut adalah sebagai upaya melestarikan media informasi local agar tidak punah,” katanya.
Seperti dalam pelaksanaan Pekan KIM tahun-tahun sebelumnya, di Ngajuk nanti juga akan dilangsungkan final festival Pertunjukan Rakyat (Pertura) yang akan menampilkan 12 finalis dimana setiap malamya masing-masing tiga Pertura akan menghibur masyarakat Nganjuk. Kegiatan pada Pekan KIM tersebut nantinya juga diisi dengan grand final Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK), Festival Pertunjukan Rakyat, Pameran produk unggulan KIM, Workshop TI, dan Sarasehan KIM.
Pekan KIM tersebut juga merupakan wahana pendidikan publik dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta sarana diseminasi informasi konten positif kepada masyarakat.
Dikatakannya, sebagai tuan rumah, Ngajuk juga berkomitmen menyiapkan berbagai  fasilitas penyelenggaran. Di stand  pameran akan ditampilkan beragam informasi dan produk yang dikelola oleh dinas dan badan di jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota dan kelompok KIM. Ia menjelaskan, dengan mengunjungi stand-stand tersebut masyarakat bisa memperoleh informasi lebih banyak tentang kegiatan dan kinerja pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan oleh masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) maupun program dari masing-masing KIM.
Dinas Kominfo Jatim berupaya melaksanakan pembangunan bidang komunikasi dan informatika secara maksimal guna mewujudkan masyarakat informasi yang maju, modern dan sejahtera. Langkahnya penyediaan infrastruktur TIK secara merata, pemberdayaan sumberdaya manusia, penyediaan informa si positif yang berguna bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.


Peserta Pekan KIM 2015 terdiri dari unsur Dinas/Instansi/Badan Kominfo/Humas Pemerintah Kabupaten/Kota, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Kelompok Pertunjukan Rakyat (Pertunra), dan penyedia layanan teknologi informasi.(jal,sti)

PEMBERDAYAAN WANITA UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN RUMAH TANGGA DAN NEGARA

Kemandirian perempuan dalam ekonomi akan membantu meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga perekonomian negara.Beragam motivasi bisa menjadi alasan seorang perempuan untuk berwirausaha. Upaya yang awalnya berangkat dari alasan ekonomi, dan akhirnya mungkin menjadi bentuk ekspresi diri, nyatanya mampu menjadi fondasi bagi perkembangan ekonomi di Indonesia. Mereka menjadi motor perkembangan bangsa karena dapat membuka lapangan pekerjaan, menyediakan barang dan jasa, serta berkontribusi dalam upaya pemerintah untuk memberantas kemiskinan.

Meski sering dipandang sebelah mata, ternyata para perempuan pengusaha punya peran penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Partisipasi dalam pertumbuhan ekonomi sangatlah penting, tidak hanya untuk menurunkan tingkat kemiskinan di kalangan perempuan, tetapi juga sebagai langkah penting menuju peningkatan pendapatan rumah tangga dan mendorong pembangunan ekonomi negara secara keseluruhan.

 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2009, terdapat 3,9 juta perempuan angkatan kerja yang menjadi pengangguran, dan 30 juta perempuan yang hanya bekerja mengurus rumah tangga dan tidak mandiri secara ekonomi. Sekalipun bekerja, 72 persen perempuan Indonesia bekerja di sektor pertanian, 28 persen bekerja di sektor non-pertanian, dan 19,63 persen bekerja di sektor informal.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa perempuan hanya memiliki kesempatan yang sempit untuk memutuskan proses pewarisan kemiskinan karena tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang lebih baik untuk dirinya sendiri dan keluarganya.
"Para perempuan jarang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan berbagai pelatihan dan kesempatan untuk maju. Maka sangat diperlukan berbagai upaya dan motivasi untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan untuk memperjuangkan kesetaraan gender, dengan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi, demi menciptakan kemandirian perempuan," tukas Nenny.

Berbagai pelatihan dan keinginan untuk meningkatkan ekonomi diri sendiri serta keluarga dalam diri perempuan kini sudah mulai berkembang. "Kondisi krisis ekonomi dan maraknya PHK secara tak langsung membuat kaum perempuan ini termotivasi dan mengembangkan jiwa wirausahanya," tukas Pinky Saptandari, Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada Kompas Female, saat acara Katumbiri Expo 2011 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2011) lalu.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM dari total kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, 60 persen UKM saat ini dikelola oleh pengusaha perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan sudah mulai maju dan berkembang. "Jika saja 2 persen dari warga negara sudah menjadi pengusaha, maka secara tidak langsung akan berpengaruh pada perekonomian negara dan bangsa pun bisa menjadi sejahtera," tukas Santi Mia Sipan, President Director PT Jaty Arthamas.

Pinky menambahkan, sampai saat ini pertumbuhan perempuan wirausaha sudah semakin meningkat tiap tahunnya. Diharapkan, jumlah perempuan wirausaha terus meningkat dari tahun ke tahun.

Senin, 13 Oktober 2014

PENGHIJAUAN LINGKUNGAN

Adanya berbagai perubahan kondisi dan kualitas lingkungan tentunya akan bisa berpengaruh buruk terhadap manusia. Beragam bentuk kerusakan lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas lingkungan akibat bencana alam, banjir, longsor, kebakaran hutan, krisis air bersih. Hal ini lama kelamaan akan dapat berdampak global pada lingkungan, khususnya bagi kesehatan masyarakat sendiri.
Manusia memang terkadang tenggelam dalam rangkaian kegiatan yang terlalu berlebihan dan tidak memperhatikan kepentingan lainnya. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan, telah mengakibatkan kemerosotan kualitas lingkungan yang begitu parah. Hal ini hendaklah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dalam menata kembali wilayah Indonesia dari segala bentuk berbagai kerusakan lingkungan, disamping menciptakan dan membangun budaya masyarakat dalam berwawasan lingkungan.
Dalam hal ini, tidaklah berlebihan jika gerakan ramah lingkungan pun bisa kembali diadakankan melalui pemerintah daerah (pemda) kepada masyarakat secara menyeluruh. Sebab, dalam rangka menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup, sangatlah perlu adanya kerja sama yang baik antara Pemerintah dengan masyarakat sendiri. Berbagai bencana alam yang sering melanda sebagian wilayah di lingkungan kita pada dasarnya merupakan akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan.

Kamis, 17 Juli 2014

Rekapitulasi Perolehan Suara Pilpres di KPU Nganjuk

KPU Nganjuk- Alokasi waktu yang diberikan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara sesuai dengan Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pilpres Tahun 2014 tanggal 16 s/d 17 Juli 2014, digunakan KPU Kabupaten Nganjuk untuk melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara diawal yaitu tanggal 16 Juli 2014.

Senin, 21 April 2014

Hasil Pemilu Legislatif 2014 Nganjuk


Di Kabupaten Nganjuk terdapat 20 kecamatan, dan penghitungan suara telah selesai dilaksanakan. dan telah di konfirmasi langsung oleh KPU Kabupaten Nganjuk.

Berikut adalah hasil dari Rekapitulasi Tuntas Pileg 2014 di Kabupaten Nganjuk.

==> Klik Di Sini

Kamis, 10 April 2014

PELANGGARAN PILEG 2014

Proses pemungutan suara untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, yang berlangsung tanggal 9 April lalu, ternyata masih diwarnai banyak pelanggaran.

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia menemukan sedikitnya 420 pelanggaran dari 706 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 65 Kabupaten/Kota di 31 Provinsi yang dipantau oleh relawan dan anggota KIPP.
Wakil Sekretaris Jenderal KIPP Indonesia, Girindra Sandino, mengungkapkan, seluruh pelanggaran itu meliputi 7 (tujuh) kategori, yakni manipulasi, politik uang, netralitas penyelenggara, hak pemilih, kampanye, profesionalitas penyelenggara, dan soal logistik.
“Dalam soal manipulasi, KIPP menemukan ada surat suara yang sudah tercoblos, tidak netralnya penyelenggara, dan soal DPT,” kata Girindra Sandino, di Jakarta (10/4/2014).
KIPP juga menemukan pelanggaran kampanye. Dalam kasus ini, kata Girindra, KIPP menemukan masih beredarnya atribut kampanye dalam berbagai bentuk dan kehadiran Tim Sukses di lingkungan TPS untuk mempengaruhi pemilih.

Minggu, 02 Maret 2014

MENCOBLOS ATAU MENCONTRENG

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik menyampaikan, pelaksanaan Pemilu 2014 akan kembali menggunakan sistem mencoblos pada surat suara dalam memberikan hak pilih. Sebelumnya, pada pemilu 2009 lalu, KPU menetapkan sistem mencontreng.

"Mencoblos dipilih untuk lebih memudahkan masyarakat dalam menyalurkan suaranya karena sistem mencontreng berdasarkan evaluasi yang dilakukan belum familiar," kata Husni di Padang, Rabu (21/11/2012).

Menurut dia, pada Pemilu 2009 menggunakan sistem mencontreng, ternyata dibandingkan hasil Pemilu 2004 yang menggunakan sistem mencoblos, terjadi kenaikan suara yang tidak sah akibat kesalahan mencapai 2-3 persen.

"Kendati kembali pada pola yang tradisional namun hal ini dilakukan untuk mengantisipasi suara yang hilang akibat kesalahan yang dilakukan oleh pemilih yang belum paham," ujarnya.

Ia mengatakan, harus diakui tingkat pendidikan masyarakat beragam, dan belum semua dapat memahami dengan baik cara mencontreng karena selama ini pemilu di Tanah Air selalu menggunakan sistem mencoblos.

"Ini juga merupakan langkah untuk lebih menyederhanakan pelaksanaan pemilu," ucap dia.

Rabu, 05 Februari 2014

MENYONGSONG PEMILU LEGISLATIF 2014

 Pemilu 2014 sudah semakin dekat dan saatnya momentum ini digunakan secara tepat untuk memilih pemimpin yang mempunyai sifat “problem solving leader” atau pemimpin yang mampu membawa bangsa ini keluar dari persoalan besar yang dihadapi selama ini.
Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin yang mampu menjawab persoalan besar bangsa seperti kemiskinan, pengangguran, ketidakmerataan, dan penegakan hukum, dan hal tersebut membutuhkan ketokohan yang teruji, kuat, berani, jujur, dan sudah terbukti dari rekam jejaknya.


Saat ini Indonesia terdapat 240 juta orang dan tidak sulit menemukan calon pemimpin yang mempunyai sifat problem solving leader, sebagai contoh Singapura yang negaranya hanya kecil hanya butuh satu sosok seperti Lee Kuan Yew untuk membuat negeri singa itu bisa besar seperti sekarang.


Sedangkan Malaysia juga hanya butuh seorang Mahathir Mohamad, namun saat ini rakyat Indonesia seakan dicekoki media untuk memilih pemimpin “salon”, yakni figur yang dipoles, penuh pencitraan, dan dibangun kehebatannya dengan kata-kata, bukan dengan fakta. Sudah saatnya kaum terpelajar, mahasiswa dan akademisi dimanapun ikut menentukan kepemimpinan bangsa Indonesia, jangan sudah masuk dalam zona nyaman kemudian tidak ikut memikirkan bangsa Indonesia.
Tahun 2014 sangat menentukan arah Indonesia, apakah akan membawa Indonesia ke negara maju atau justru negara gagal. Pemuda memiliki tanggungjawab yang besar dalam tatanan kehidupan masyarakat karena pemuda dipandang memiliki kemurnian idealisme.

Senin, 20 Februari 2012

Temu Wicara Kelompok Tani Se-Kecamatan Sukomoro


Tanggal 12 Januari 2012 ini bupati Nganjuk Drs H.Taufiqurrohman melakukan kunjungan kerja di wilayah Kecamatan Sukomoro dalam acara temu wicara klomtan sekaligus menyerahkan dana bantuan fuso kepada klomtan Kecamatan Sukomoro serta melaksanakan pelantikan ketua KTNA Kecamatan Sukomoro periode 2010-2015 yang baru direorganisasi bertempat di balai desa Putren dengan sekitar 600 undangan yang terdiri dari wakil-wakil 54 klomtan se-Kecamatan Sukomoro. Dimana setiap klomtan mengirimkan sedikitnya 10 orang anggota membuat balai desa Putren tampak penuh sesak. Hadir pula dalam acara tersebut dari disperta Nganjuk, Dinas Pengairan, Bapeda, Dinas Peternakan dan perikanan, pengurus KTNA Kabupaten Nganjuk, UPTD Pertanian Kecamatan Sukomoro dan PPL (Pendamping Klomtan).

Dalam sambutannya kades Putren berharap klomtan tidak ragu-ragu untuk menyampaikan permasalahan yang ada di wilayah Kecamatan Sukomoro yang berkaitan dengan pertanian mumpung bertemu pak bupati sehingga beliau bisa memperoleh masukkan yang nyata apa saja yang di perlukan oleh petani Kecamatan Sukomoro. Kades Putren juga menunjuk di depan balai desa terbentang sawah dengan tanaman brambang yang luas. Sementara saat ini harga bawang merah anjlok mudah-mudahan dengan melihat ini dan memahami kondisi petani Kecamatan Sukomoro yang sangat mengandalkan potensi unggulan bawang merah akan ada usaha dari pemerintah agar impor bawang merah ditiadakan. “Terima kasih untuk bantuan fuso (gagal panen) harapan kami kalau ada bantuan lain-lain kami tidak menolak tetapi kami sangat mengharapkan. Ibaratnya anak diperhatikan kalau bapak repot ya akan dibantu”, demikian ungkap kades Putren Suwarno ST.

Sementara dari disperta Kabupaten Nganjuk Ir Istatnto MM (Plt Kepala Dinas) meyampaikan bahwa latar belakan bupati Nganjuk saat ini adalah juga seorang petani. Karena itu ketika terjadi bencana fuso di Nganjuk bupati langsung memerintahkan untuk mendata lalu data tersebut dibawa ke Jakarta. Akhirnya munculah berita menyejukkan Kabupaten Nganjuk mendapatkan dana fuso Rp 14, 3 Milyar. Di Kecamatan Sukomoro ini di alokasikan sebesar Rp 884.300.000. Terbagi untuk 47 kelompok tani di 12 desa. Selain itu di Kecamatan Sukomoro ini juga terdapat klomtan-klomtan yang patut di acungi jempol dan di banggakan karena mendapat penghargaan seperti Pak Waris sebagai agen agencia hayati. Dan Pak Dayat dengan rumah komposnya yang kedepannya juga di rencanakan menghasilkan biogas. Selain itu cukup banyaknya program pertanian yang di kucurkan ada Jitut, Jides, JUT, Alat-alat pertanian dan lain-lain. Ini adalah akibat dari komunikasi yang cukup cantik dan situasi yang kondusif serta guyub rukun membuat program yang ada dapat terlaksana dengan baik. Karena itu mari membangun komunikasi yang baik sehingga setiap permasalahan dapat saling mengerto dan diatasi dengan tepat sasaran.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pelantikkan ketua KTNA yang baru periode 2010-2015 yang di jabat oleh Moh Yassin dari desa Ngrengket di sambung dengan acara pemberian bantuan fuso secara simbolis kepada wakil dari 12 desa se-Kecamatan Sukomoro. Setelah itu bupati memberi sambutan dengan di awali informasi bahwa penduduk Kabupaten Nganjuk sekarang ada 1 juta lebih. Sementara data untuk EKTP ada kurang lebih 923.000 jiwa sambil guyonan ini sekaligus data jiwa pilih ya yang di sambut dengan tawa para undangan. Sementara untuk wilayah Kabupaten Nganjuk 82%nya adalah pertanian sehingga penduduknya sebagian besar adalah petani. Permasalahan pertanian itu yang utama adalah meliputi air, tanah, dan tanaman. Karena itu kedepannya program pembangunan embung-embung sebagai tempat penyimpanan air ditiap-tiap Kecamatanamatan akan dilanjutkan. Untuk tanah mungkin perlu perubahan pola tanam yang selama ini padi-padi-pari-pantun diganti dengan yang lain yang lebih bervariasi. Untuk tanaman perlunya pengawasan bibit yang kurang baik serta perubahan jadwal pemberian bibit yang tidak tepat waktu. Semua ini nanti akan di koordinasikan dengan dinas terkait tentunya nanti akan diberikan skala prioritas. Yang penting mari kita hidupkan kembali semangat dan nilai gotong royong sehingga apa yang bisa dikerjakan dengan gotong royong menjadi bagian petani sedang yang lain menjadi bagian pemerintah.

Ketika di buka acara tanya jawab, sungguh luar biasa antusias kelompok tani menyampaikan permasalahanya. Dari mulai permintaan sumur dalam, perbaikan dam, plengsengan, hingga pengaspalan jalan di sampaikan. Keluhan utama adalah setiap musim penghujan banjir, banjir, dan banjir yang melanda sebagian besar wilayah Sukomoro belum teratasi. Semua di jawab oleh dinas yang terkait. Saking semangatnya hujan yang mengguyur tidak terasa karena suasana temu wicara hangat dan akrab. Dinas menyampaikan bahwa banyak sekali program pemerintah untuk petani tetapi semua itu hanya dapat dikucurkan bila ada pengajuan proposal. Jadi segera ajukan proposal apa saja yang di perlukan sebanyak-banyaknya. Intinya jalin komunikasi yang baik dengan pemerintah ajukan proposal sesuai dengan program dan skala prioritas maka program tersebut dapat di luncurkan di desa. Karena suasana penuh semangat waktu cepat sekali berlalu dan acara temu wicara tersebuta harus selesai. Mengutip kata-kata bupati Nganjuk Drs H. Taufiqurrohman yang berbunyi “Juminten klelekken cendelo, cukup semanten tulisan kulo“.  MERDEKA!